Showing posts with label bitter. Show all posts
Showing posts with label bitter. Show all posts

Monday, February 27, 2012

I Won't Give Up - Jason Mraz

I might say that a few past days was so tough, physicly and mentally.

Koi show kali ini, fish entry terlalu padat merayap sampe mata gue ga lari dari layar sejak pagi jam 10 hingga malam pagi jam 2 esok harinya, kita pulang, tidur dan kembali ke lokasi jam 6.30 dengan mata perih sangat. Penjurian pun tidak mudah, gue kehilangan data karena juri Jepang begitu cepat bergerak dengan bahasa yg gue ga ngerti. Mana ada konflik pula antar sesama pemegang kartu ikan. Sungguh menyebalkan.

Anyway yang lebih melelahkan adalah mental gue yang terus di-push oleh kenyataan bahwa dipaksa untuk menyayangi seseorang itu menghabiskan tenaga cukup banyak. Walau terlihat sungguh tulus, namun gue udah hilang kepercayaan sama makhluk lawan jenis. Gue ga bisa bedakan mana yang tulus mana yang main-main, semua terlihat sama.

Rasa ini terpendam tanpa gue bisa cerita ke orang2 yang gue kenal, maka hati ini sakit dan berat. Namun bila memang ini jodohku ya Tuhan, aku hanya berserah pada karma.



When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
Well there’s so much they hold
And just like them old stars
I see that you’ve come so far
To be right where you are
How old is your soul?



I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up


And when you’re needing your space
To do some navigating
I’ll be here patiently waiting
To see what you find


‘Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We’ve got a lot to learn
God knows we’re worth it
No, I won’t give up


I don’t wanna be someone who walks away so easily
I’m here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use the tools and gifts
We got yeah we got a lot at stake
And in the end,
You’re still my friend at least we didn’t tend
For us to work we didn’t break, we didn’t burn
We had to learn, how to bend without the world caving in
I had to learn what I got, and what I’m not
And who I am


I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
I’m still looking up


I won’t give up on us
God knows I’m tough, he knows
We got a lot to learn
God knows we’re worth it


I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up…



Sunday, February 5, 2012

From Ipit to Bello

Kemarin kita, GHH, kumpul bareng untuk farewell melepas Felli, si Ipit yang sekarang Bello, untuk menuntut ilmu di kampung halamannya, China. Seperti biasa, kami ngumpul di basecamp kami, rumah kedua kami, Central Park dan sambil menunggu kedatangannya, kami menyiapkan kenang2an. Yah, hanya hal2 sepele yang kami buat sendiri, maklum anak DKV, tapi kami berharap berarti besar buat dia.

Felli adalah partner sejati gue di kampus. Gue ga tau apa dia juga merasakan hal yang sama. Yang jelas, bagi gue, dialah orangnya. Setiap kerja kelompok, gue akan selalu sama dia, kecuali kalau kelompoknya ditentuin dosen. Kita berdua udah kompak dan hampir ga pernah ada masalah dalam setiap kerjaan kelompok kita karena memang sudah klop dan udah ngerti masing2. Dia juga ga pernah marah, selalu positif thinking. Kita sempet sependeritaan saat magang bareng di Guten Braun dan akhirnya memutuskan judul TA yang sama yaitu sign system, namun akhirnya kita berdua sama2 ganti haluan ke promosi.

Di akhir pertemuan, saat akan menyerahkan kenang2an., kita berniat membuat dia menitikkan air mata. Dengan asal tanpa planning apa pun, kita asal menyanyikan lagu2 sedih. Walau dengan gaya kocak, dan tarian khas Bo Ep dan Abang, tapi toh kita berhasil membuat Felli terharu dan berlinang air mata. Ia lalu berkeliling memeluk kita satu per satu. Detik2 terakhir saat gue bener2 harus pulang, Felli memeluk gue sekali lagi yang mana membuat gue meledak ga karuan. Akhirnya semua memeluk kita, membuat sebuah formasi Teletubbies. Haru biru sebelum kami berpisah, akan terkenang selalu.

Semoga waktu satu tahun itu cepat berlalu, kita berkumpul lagi secara utuh, solid selalu GHH tersayang. I love YOU ALL!


Wednesday, January 18, 2012

Ke-Galau-an

Haruskah aku tersanjung mendengarnya
Tetapi aku takut menghadapinya

Haruskah aku senang atas penghargaan ini
Namun rasa curiga masih memegang andil

Haruskah aku percaya
Atau ini semua sekedar maya

Akankah terulang kebodohan di masa dulu
Ataukah kebahagiaan yang datang menjemputku?

Aku
Sedang 
Galau

Tuesday, December 6, 2011

Firasat Buruk

Pagi ini gue akan berangkat ke Bandung sendirian. Dan pagi2 aja gue udah mecahin mangkok kaca paling tebel di rumah. Mak gue langsung takut, bagai di sinetron2 kalau ada yang pecah, itu pertanda buruk. Yaaaa memang ada bbrp kejadian yang bisa dianggap buruk, misalnya :

1. Gue kehilangan karet kesukaan gue di tengah jalan. (penting banget). Jadi karena hari ini gue keramas pake hair mask, rambut jadi aluuuuuus ampe karet gue tergelincir entah ke mana.

2. Gue ketinggalan bus. Ini goblog, gue beli tiket bus jem 10 pada pukul 9.30. Pada tiket tertulis harus dateng 30 menit sebelum bus jalan, which is harusnya gue udah bisa nae bus right after buying that ticket. Tapi gue malah nunggu di entah mana, sampe jem 10.05 gue bingung mana bus gue???? After that, gue liat busnya lewat begitu aja, tanpa gue bisa nae. Baru gue sadar, gue salah nunggu. Harusnya nunggu di belakang halte itu. Tololnya, gue sambil ketawa ketiwi sok tenang ngomong ke mas2 bus giliran jem 10.30. "Pak, Bandung ya jem 10?" "Jem 10.30, neng" "Lho? tiket saya jem 10" "Ya itu udah jalan, neng" "Hah? Terus gimana donk?"

Hening

"Tuker aja di loket sama jem ini."

Alhamdulilah, untung gue ga mesti bayar 75rb lagi. Hueeeeh. Preeet banget dah bikin sport jantung.

3. I got seat #4. Jadi di bus jem 10, seat gue nomor tapi karena ganti bus, gue dapet nomor 4. Ya tahulah nomor 4 dalam budaya cina artinya apaan. mak gue telpon dan ngoceh2 gara2 gue ketinggalan bus. Lalu pas gue kasih tau, gue duduk di bangku nomor 4, makin menjadi2 deh.

Ya itu lah beberapa bad things, tapi thanks GOD, gue sampe di lokasi show tanpa luka tanpa kecelakaan dan masih seger bugar. Thx God.

Saturday, November 26, 2011

The 200th Post

Post ke 200 ini akan saya gunakan untk meringkas kejadian selama seminggu.


  1. Tante gue beserta anaknya, suaminya, mamanya, adiknya, dan tantenya lagi datang dari medan sana untuk menghadiri resepsi wedding tante gue yang kerja dan akhirnya nemu jodoh di Korea. Lalu Jumat malam, kita makan di May Star Mal Mangga Dua.


  2. Sabtu, Tante gue married dan kita sekeluarga yang repot. Mulai dari samain baju untuk penerima tamu (yang akhirnya ga sama), anterin bingkisin dan angpao untuk groom yang sebenarnya cuma di lantai atas, tapi karena hotel ini terlalu canggih, kita dibawa naik turun lift dan terjebak di dalamnya sampai ketemu satpam dan pinjam kartunya. Lalu urusin tamu undangan di resepsi yang sebenernya udah didaftar siapa duduk di mana, tapi akhirnya kacau balau.
  3. Minggu, kita sembahyang ke rumah abu tempat kakek gue dikremasi. Lalu ke rumah saudara sebentar akhirnya berlabuh ke Iton, Muara Karang dan kemudian ke Empo untuk yang makan Haagen Daaz.
  4. Senin, gue bolos kerja, begitupun tante gue. Kita heading to Bandung untuk jenguk oma gue yang sakit dan lalu ke BSM untuk mencoba Trans Studio. Nothing's so special kecuali tragedi martabak-meses-crepes. Yaaaah, abang peraganya gila!
  5. Selasa, pulang kantor gue cao ke CP untuk dinner terakhir bersama rombongan Medan di Penang Bistro. Di sini, calon om gue juga ikut dan dia cukup terkontaminasi wabah Hallyu Star.
  6. Rabu, gue kerja like crazy, di hari ini gue lemes banget akibat kurang tidur selama beberapa hari.
  7. Kamis, gue lumayan santai.
  8. Jumat, gue diforsir dan ada sedikit masalah dengan atasan gue soal design gue yang udah jadi, udah dia approve dr jauh2 hari dan sekarng sekejap mata udah berubah total saat detik2 mau naik cetak. Dan kelihatan banget dia ga suka. Serem. Padahal menurut gue design yang sekarang lebih estetik. Tau lah, gada urusan sama gue.

Sekian berita acara dalam seminggu ini. Tuhan memberkati dia yang taat padaNya

Thursday, November 17, 2011

Mempermainkan

Lalu dipermainkan..

Memang hukum karma paling adil dan ga bisa disogok seperti hukum di negara gue ini.
Sekali berbuat, paten dicatat, nanti akan dibayar, whether hukuman atau reward.

Gue sekarang mengalami karma yang berbuah cepat. Di satu sisi gue berbuat jahat, di sisi lain gue dijahatin.

Siapa suruh terlalu kepo?

Bicara soal kepo, gue ga habis pikir sama orang yang kepoin orang yang udah ga mau berurusan sama dia. Jelas2 udah diputus hubungan temannya, sisanya gue. Sekarang gue jadi perantara, cape. Di satu sisi, gue ga suka status makelar gue, kesannya gue jadi masuk team jahat. Di sisi lain, ga brani nolak.

Btw, keyboard gue tolol bgt lho sekarang.

Ah pokoknya hari ini menyebalkan deh.

Gara2 wedding yang ga terorganisir ini, gue udah mulai nyusun rencana struktur wedding gue nanti. Biar semua pihak sama2 dipuaskan lha. Mudah2an ketemu jodoh pengertian dan tajir biar wedding impian gue terlaksana. Amin!

Friday, November 11, 2011

Nothing's Last Forever

Baru saja gue merasa mendapat harapan
Ga lama.. harapan itu menghilang

Ga lama.. si harapan kembali lagi
Memberi harapan yang ga tau akan hilang lagi apa nga

Gue dipermainkan si harapan
Apa harusnya gue lebih melirik realita
Daripada gue hidup dalam mimpi?






Memang ga ada yang kekal di dunia ini.

Friday, November 4, 2011

Worst Scenario

adalah saat hari kau berulang tahun, di hari yang berbahagia itu, kau kehilangan orang yang kau cintai, yang seharusnya bisa merayakan ulang tahunmu bersamamu.

Waktu gue kecil mungkin gue ga sadar, baru beberapa tahun belakangan saat gue udah nyambung akal sehatnya, gue tau bahwa kakek dalam gue meninggal sehar sebelum Dad ultah. Dan itu aja rasanya gimana banget bagi gue, gue coba berpikir seakan-akan gue ini Dad pada hari meninggalnya. Seperti gue udah punya banyak rencana untuk merayakan ultah gue bersama keluarga dan tiba2 salah satu dari keluarga gue gone. Bukan saja rencana gue batal semua, tapi juga seluruh keluarga dirundung awan gelap.

Dan pagi tadi, saat gue terbangun dr tidur jem 5 dan bukannya mandi, malah OL, gue buka FB dan ada notif hari ini ultah cici sepupu gue di Sumatera sana, ya walau gue ga deket bgt sama dia, gue patutnya mengucapkan donk. Namun, makin gue scroll newsfeed ke bawah, gue membaca statusnya..

W harus keilangan papa di ari ulang tahun... love u father...


Sontak gue antara percaya ga percaya, tapi adakah orang sinting yg bercanda dengan kematian orang tuanya? Otak gue berputar, entah bagaimana, sekelebat tentang kematian. Apa yg akan gue lakukan kalau i'm in her shoes? Gue pernah menghadiri beberapa upacara kematian ayah dari teman atau sodara, dan setiap upacara membuat gue berpikir, gimana kalau kejadian ke gue? Akankah gue kuat? Ataukah gue akan menjadi orang paling cemen sedunia, mengingat gue masih sangat ketergantungan sama orang tua gue? Entahlah..

Yang gue tau hanyalah setiap makhluk akan melalui proses lahir-tua-sakit-mati dan tidak terkecuali orang2 sekitar gue. Gue harus mengandalkan diri gue sendiri, gue harus bisa mandiri dan malah membantu orang tua gue menghadapi hari2 tuanya nanti. Itu saja yang bisa gue pikirkan sebagai jalan keluar terbaik..



人生有两件事不能等:第一是行孝,第二是行善。

Pepatah mengatakan ada 2 hal yang tidak dapat ditunda dalam hidup seseorang : pertama berbakti, kedua berbuat kebaikan. Semoga gue dapat mengamalkannya. semoga...

Wednesday, September 21, 2011

Ringkasan Seminggu

1. Minggu lalu gue ikut show di Bandung. Dan baru kali itu gue merasakan yg namanya salam damai. Selesai show, semua berbaris bersalam-salaman. Lucu rasanya.

2. Di show itu, malam ketiga, kita baru kelar kerja jem 12 lewat dan kita mau balik ke hotel yang ditempuh dengan mobil 5 menit saja. Saat itu baru kita sadar, udah gada panitia yang bs anterin kita, nasib apes, kita jalan kaki sejauh mungkin 2 km lebih, tengah malam, selama setengah jam.

3. Seninnya libur untuk pemulihan setelah begadang (dan jalan 2km tengah malam), maka gue pergi fitting kebaya. Najiz. Masa gue pake ukuran L. Karena ga terima, gue akan diet lagi.PENGHABISAN. Liat nanti hari H gue pake ukuran apa.

4. Pulang dari sana kita ke TA. Makan Da Niang Dumpling. Oh, la miennya surga dunia banget.Lalu ita ngider2 sebentar, dan yang gue maksud itu bener- sebentar, Gue ngos-ngosan setengah mampus yang akhirnya kita langsung pulang, lalu gue berberes dan tidur walaupun bolos les mandarin.

5. Kengos-ngosan itu berlanjut dengan punggung dan kaki agak pegel sampai gue ngeri naik busway dan gue ijin ga masuk kantor lagi. Hmm.. seharian ini gue cuma di atas ranjang nyokap. Gue ga mau tidur di kamar gue di lantai 2, daripada kalau kebelet pipis gue mesti keserimpet di tangga.

6. Hari ini gue masuk kantor, dan tiba-tiba gue pengen jafi pengangguran saja. Berton-ton kerjaan yang secara tidak berperasaan dihujamkan ke kita. Gue shock dan terbengong-bengong. WELCOME TO THE REAL WORLD, dear. Yang lebih tidak berperasaan lagi adlh tweet bahwa Final Destination 5 now playing dan gue benci karena pasti gue ditinggal lagi sama yang lain. Bahwa harapan gue satu2nya adalah nonton dengan adek gue yang pada akirnya pasti melibatkan nyokap dan gue rada ga tega membiarkan nyokap ntn FD mengingat adegan2nya yg bikin jantung tak dung dung tek preet...

7. Akhirnya gue mencoba membuat porto photoclip pertama gue dan gue harap bisa diajak kerja sama dengan si bos ini.

Thursday, September 8, 2011

Apple Pie : Failure

So, kemarin gue bikin apple pie. Memang gue sedang sok2an diet and work out. Tapi ada alasan yang cukup kuat untuk membuatnya.

Kemarin lusa gue makan apel di kulkas yang tepatnya sudah terpojokkan di dalam sana selama more than a week dan pas gue makan udah rotten gitu. Jadi gue putusin sisanya yang masih banyak itu akan gue bikin selai apel untuk isian pie. So, tumpukan aple itu bakal segera ngilang dr kulkas.

Gue mulai search resep di inet, print, tempel di kulkas dan mulai menimbang2 bahan2. Gue ga tau gula palem itu apa, akhirnya gue pake gula jawa. Who cares?

So, setelah semua siap mulailah gue olah. Pertama gue ngupas apel dan KAMPRET! Thu apel masih bagus banget. Gue keep beberapa hari lagi mungkin masih bisa. Gue pikir, mungkin cuma yg ini kebetulan bagus. Mungkin yang lain udah agak rotten. Maka gue kupas apel kedua dan, pretttt, bagus!!! Apel ketiga dan seterusnya gue simpen di kulkas lagi dan akhirnya gue membuat pie dengan setengah resep saja.

Jadinya cuma satu loyan. Adonan pienya bener2 disaster. Ga bisa menyatu saat digiling dan ga bisa dicetak di loyang. Akhirnya gue pake sistem tambal aja. Mana yang belom nutup loyang, gue tambal manual.

Panggang 15 menit, masukin selai apel, tutup pake sisa adonan membentuk jejaring dan panggang lagi, Harusnya 25 menit udah bisa, menurut resep, tapi mungkin gue panggang setengah jam lebih dan agaknya sudah coklaaat, gue angkat kuar.

Goblognya, panas2 begitu langsung gue balik ke piring dan hancurlah sebagian pie gue. Isinya berserakan, pienya pecah berkeping-keping. Sisanya gue diemin aja. Biar aja yang mau makan, sendoki aja langsung dari loyang.

Pas adek gue coba, dia protes, ini mah belom mateng. Lembek begini..

Akhirnya, takut malah sakit perut, gue panggang lagi 10 menit. Dan pas keluarin, lembek juga thu. Gue curiga kesalahan takaran pada bahan. Yang harusnya garing2 kulit pienya, malah jadi kek bolu. Sebodo, yang penting udah mateng.

Pas maleman, udah dingin. Gue balik ke piring. Perfect ga pecah samse lho. Dan pas dimakan, kulitnya ga lembek. Berarti ketauan rakusnya kita, panas2 fresh from the oven langsung dilahap, ya iyalah lembek.

Sangking ancurnya, gue ga ada niat sama sekali untuk foto hasil karya gue. :( Keknya yang dulu lebih berhasil. Lupa resepnya ke mana, akhirnya browsing dan dapet resep kek begini. SWT

Monday, September 5, 2011

Bablas

Liburan kemarin gue di Bandung dan membawa kembali tubuh penuh lemak ini. Tante gue itu memang baker dan ga usah ditanya berapa banyak kue di sana. Dari kue kering, bolu, sampai cemilan2 lainnya. It was heaven but now it seems that i have to go through this hell.

Super diet.


Sebulan setengah mendatang gue akan wisuda, which is gue mungkin pakai kebaya, malamnya ada wedding dan gue ga akan PD seandaianya perut gue semaju hidung gue, dan paha gue selebar guling. Auw!

Untuk itu, gue mulai mempraktekkan email subscribe dari Denny Santoso. Kalian bisa baca lengkap di www.PanduanDiet.com Sayangnya, dia nganjurin latihan beban, yang artinya gue harus ke gym soalnya gue ga punya alatnya di rumah. Berdasarkan pengalaman gue ke gym, gue agaknya ga tertarik untuk kembali kecuali ada gym yang sepiiiiiiii, deket rumah gue, murah dan alatnya lengkap. (ga tau diri)

Jadi ya gue cuma treadmill aja di rumah, dance, latihan otot cuma kek pelajaran OR sekolah dulu. Bweh. dan sekarang bahkan otot gue sakit semua.

Makanan gue juga agaknya jadi menyedihkan, plus gue punya beberapa voucher dari Disdus untuk pancake dan ice cream. Kucrut!

Friday, August 26, 2011

Holiday is in the Air

Gue udah ampe Bandung dengan selamat sentosa, gue udah mandi dan sekarang sedang mengetik dengan jari manis. Yap, gue berhasil membiarkan telunjuk gue dalam kondisi kering. Seharian. Gue mungkin berencana untuk ga keramas seminggu ini just in case luka gue belum kering.

Seorang teman tertawa saat membaca post gue sebelumnya. Karena gue sok cool di kantor dan meledak di rumah. Jadi inget gimana kejadian gue luka pas SMA dulu. Mari saya uraikan.

Jadi dulu tinggal di rumah tante gue dan kita berangkat nae bemo ke sekolah. Karena takut telat, turun bemo gue berjalan sambil meleng akhirnya nyoplok kesengkat jalanan ga rata dan lutut gue sukses mencium aspal. Aspal yang kasar dan waktu itu lagi rame2nya orang masuk sekolah. Gue malu banget, tapi harga diri gue terlalu tinggi. Gue noleh dan senyum ke tante gue sambil senyum dan bangkit segera jalan ke sekolah.

Sambil jalan, makin lama makin perih, gue langsung taruh tas di kelas dan ke toilet. Di tengah jalan, gue ngintip ke balik rok gue, dan rok gue udah merah merona. Ternyata lutut gue baba belur. Gue cuci pake air dan langsung balik ke kelas.

Duduk di kursi, gue diem. Lama. Lalu lihat ke lutut gue dan mulai banjir air mata. Darahnya ga mau berenti. Temen-temen gw mengelilingi gue, dan menghibur gue. Gue inget banget ada temen anggota PMR yang ngobatin kaki kue pake revanol dan betadine. Lalu diplester dan gue belanjar sama sekali ga konsen.

Beberapa pelajaran lewat dan pelajaran kosong. Gue dan beberapa sohib kuar kelas ke jalanan untuk merekonstruksi kejadian. Lalu gue telpon Mom ngadu. Mom lalu mengingatkan gue beberapa hari lagi retret dan luka itu bakal repotin.

Bener aja, retret banyak cingcong. Mesti kaos berkerah dan celana panjang. Sampe fraternya manggil gue dan gue tunjukin aja luka gue. Dan apa yang dia bilang?

"Kamu pake celana panjang, yg ada luka celananya dilipet aja."

OMG! Tega amat sih?? Jadilah gue idiot di sana.

Thursday, August 25, 2011

What a Bloody Day

Hari ini hari yang berat bagi gue. Jadi gue sedang potong kertas dengan cutter tapu cutter itu melesat mulus ke telunjuk kiri gue dan dengan begitu saja seuprit dagingnya putus, langsung. Saat itu hanya ada gue dan senior gue. Dan gue hanya berdiri, memandang jari gue yang somplak sambil berpikir, ah, paling cuma kulitnya aja ini mah.

Tapi begitu cairan merah ini keluar, gue mulai takut, walaupun tidak ada rasa sakit. Gue tekan jarinya dan darahnya makin deras, menetes tes tes ke lantai. Si bapak mulai curiga, kenapa ini anak berdiri doank. Pas dia nengok, dia langsung gelagapan, ternyata dia paling ga tahan sama darah. Dia langsung memalingkan muka dan berkata-kata, intinya minta maaf ga bisa bantuin. Gue menghadap membelakangi dia supaya dia ga liat darah.

Gue mengambil tisu dan menekan supaya darahnya habis dan bisa segera ditempel plester. Tapi darah itu ga ada habis2nya, sekitar setengah jam gue berdiri dan mulai merasakan perih. Gue takut. Kapan darah gue bisa berhenti ngocor? Apa yang mesti gue lakukan. Si bapak bilang plester aja, nanti berenti sendiri. Gue berdiri hadap tembok, nangis diam-diam.

B : Gimana Gel? Udah plester?
A : *geleng*
B : Sakit ga?
A : Nga Pak

Tapi pasti dia bisa liat bahu gue bergetar nahanin sakit. Apa yang gue tangisi bukan sakitnya, tapi gimana nanti gue keramas, gue cuci muka, gue cuci piring, ngepel, akh ribet dah.

Akhirnya gue plester, dan mau mulai cutter lagi. Si Bapak bilang, udah ga usah, itu peringatan kamu ga boleh kerja dulu.

Pulang, gue cerita ke Mom dan tangis gue langsung meledak dahsyat bagai idiot. Dan jari gue masih nyut-nyutan. Mungkin 5 menit gue menjerit2 nangis sampai akhirnya gue disuruh makan puding coklat dan gue nonton Jang Se Byuk dan udah ketawa ketiwi.

Rasanya maleeeeeees banget mandi, tapi apa boleh buat. Dengan telunjuk diikat plastik, akhirnya gue mandi. Tapi tetep aja air merembes masuk dan perihnya naadjubilah. Maka gue buka plesternya dan berniat mengobatinya.

Ternyata, jeng-jeng! Darahnya masih aja keluar, ga kering-kering dan saat gue kasih revanol. Perihnyaaaaa.... Saat Mom tetesin betadin, perihnyaaaaaaaaaaaaaaaaa. Seketika gue nangis meraung-raung lagi. Entah kenapa gue ga bisa nahan rasa perih itu, sambil mikirin, brp kali lagi gue akan mengalami proses penggantian plester yang meyiksa ini?

Berapa lama lagi darah ini baru bisa berhenti?
Berapa lama lagi dagingnya akan tumbuh lagi?
Berapa lama lagi jari gue sembuh dari kesomplakannya??

Monday, August 15, 2011

Gigi ke 29

Numbuhnya kenapa pelan banget sih? Ga bisa ya ditinggal tidur semalam besoknya udah numbuh full? Sakitnya anjriit, makan susah ngomong susah. Pipi ditoel ngilu..

*kontemplasi*

Kenapa ditumbuhkan gigi ke 29 hingga 32, bila 28 gigi sudah sanggup menghidupi kita?

Jawaban adik bijak : Untuk mengingatkan, Tuhan selalu memberi lebih. Tidak akan kita kekurangan.

*kontemplasi*

Tetep! Gue kesakitan..

Tuesday, August 9, 2011

Cirit Birit

Pagi2 gue udah moncor aja. Dan gue paksain ke kantor gara2 deadline dummy. Gue pake rok untuk pertama kalinya ke kantor, supaya kalau gue mesti cirit birit lgi, biar lebih gampang aja. Yang ga gue perhitungkan adalah faktor cuaca. Preeet, bahan rok gue terlalu an dan angin berhembus kian melambaikan rok gue. Alhasil gue jalan kek kepiting.

Mbak Sus : wuih, pake rok lho..
Pak : Lagi kasmaran nih ye..
Gue : Moncooooor..

Lalu gue malah meriang di kantor. Jem 2 gue cabut. Dan saat gue telpon minta jemput, bokap lagi pergi alhasil gue dibonceng abang ojek pulang. Haaaah. Habis itu gue tidur seharian dan kepala gue kek mo pecah.

Kenapaaaa ini semua harus terjadi sehari sebelum gue mo ngampus? Gue mau ketemu Komisi 8, si anak2 gokil itu.. Gue kangen >.< Pokoknya gue harus ikut! Demi duit gue 4,9jt yg ditelan tiba-tiba dan demi tertawa lepas bersama Komisi 8.

Tuesday, July 12, 2011

Monday, July 11, 2011

Rangkuman 6 Hari

Karena gue ke Blitar sejak tgl 6 kemaren, maka gue ga bisa ol secara normal, maksudnya gue ga bs ol di pc or laptop, tp hanya mengandalkan wi fi event yang empet2an, lewat BB pulak. No blogging at all.

Maka, karena gue juga udah lupa2 inget, gue rangkum aja ya di satu post.


6 Juli 2011

Hari pertama, gue dianter emak gue ke bandara dan akhirnya terbang ke Malang. For the first time gue menginjak tanah Malang lalu langsung ke Blitar dijemput oleh Pak Ketua Show, Pak Saiful dan Mas Andi. Sepanjang perjalanan dr Jakarta ke Blitar gue cuma tidur dan tidur. Betapa tidak, pesawat jem 6.30 dan gue dr rumah jem 4.45.. Maka gue bangun jem 3.50.. NGANTUK. Gue lalu dijuluki puteri tidur yang harus dicium kalau mau dibangunin, dicium pangeran kodok. *pingsan lagi*

Setiba di sana, makan siang dulu di tengah jalan dari Malang ke Blitar. Menu gue, tempe penyet. Lalu liat lokasi yg masih stgh jadi. Lalu ke toko alat tulis membeli perlengkapan show, ke hotel (yg cemennya stgh mampus) dan mulai kerja. Tapi hari ini masih 20% kerja, 80% males2an..

Malamnya dibawa makan ke Es Mini bersama Pak Lukas, Pak Agus, Pak Yupek, Mas Andi dan tim sekretariat APKI, menu gue gado-gado. Yang lain nyantap sate kambing, bersyukur gue ga suka kambing. iiihhh... Dari sana kembali ke hotel dan tidur.


7 Juli 2011

Pagi hari, kita sarapan diajak Pak Agus makan nasi pecel. Kerja mulai dari pagi hari, bikin ini itu dan makan siang kembali ke Es Mini, bersama Pak Lukas, Pak Herly, dan Pak Yupek. Dan menu gue nasi campur dan jus pelangi. Ueenak tenan jus pelangi ne..

Habis itu tidur2an ampe gue sadar, keknya ada yg harus dikerjakan. Maka kita kebut waktu soalnya malamnya disuruh mampir rumah Pak Herly, sing anakne khitanan. Ooo ooow, gue ga pernah ke acara gitu, live shownya, saya ga terbiasa, non stop hits dangdutan. Somebody save me. Menu gue nasi putih dan sayur ijo apaan tau namanya, tapi enaaaaaaaak!

Pulang sono, gue dan Mbak Susi dapat bingkisan spesial, entah mengapa, sementara org2 lain dapat kantongan merah kecil, gue berdua dapet kantongan ijo gede yang di dalamnya mash ada kantongan merah kecil...

Pulang sono, kerja lagi cocard belum selesai..


8 Juli 2011

Berangkat pagi ke lokasi, setelah makan pagi di hotel. Hancur, nasgor lengkap dengan udang-udangnya. Preet.. Pagi, sepiiii... Dan gue terus2an sumringah saat dapat kabar nilai TA gue A dan masuk 37 besar yg akan dipamerin. Gue bangga donk, maka gue kabarin mak gue yg kebetulan di Bandung dan Bapakku yg masih setia jaga rumah. Semoga gue bisa membuat mereka cukup bangga punya anak dikasih makan ampe gemuk, disekolain ampe lulus, tinggal tunggu sarjana resmi pas wisuda :)

Menjelang sore, gue mulai stress fish entry bejibun dan kita seperti kekurangan personil. Walau gue harus jujur, gue tercengang dengan kelihaian atasan gue memodifikasi alat2 sehingga kita pakai sistem barcode, boleh dibilang untuk input data menjadi sangat efisien.

Jem 11 teng fish entry ditutup, jumlah total ikan yg dilombakan 712 ekor dari sekitar 100an petani. Menyelesaikan input data fish entry, kita pulang dan gue masih bela-belain mandi sebelum tidur. Hebat.


9 Juli 2011

Sarapan pagi nasi pecel (lagi). Penjurian dimulai pukul 10an dengan total 11 juri, termasuk 3 orang trainee judge dan gue disuruh jd pencatat nilai. Kirain sih gampang ya, tapi saat penentuan champion, gue kalang kabut. Apa-apaan ini, cepat sekali pindahnya.. Kebetulan gue dapat tim B, dengan juri tetap Pak Ilham Lim, Pak Fajar, Pak Cheng Kwok Wai, dan Pak Udin, sementara Trainee Judgenya Pak Reynaldo.

Menjelang sore, sudah ketemu para juaranya, kita lalu memproses sertifikat dan piala untuk ceremony esok paginya. Sekitar pukul stgh 2 subuh baru yg cewe2 pulang hotel. Malam ini gue ga minta makan nasi, gue minta pisang. Tapi karena lama, gue dibawa tim makan, dan menu gue kembali ke tahu tempe terong sambel. Hebat.


10 Juli 2011

Award ceremony, gue mendadak disuruh jd fotografer sama Pak Ketua (kita sebut Ko Ketu). Sebagai Ketua Apki, tentu mesti ngasih pidato donk, kata sambutan. Beeeeh, terpukau oleh pidatonya (atau oleh iPadnya - sementara perwakilan dari panitia, kementerian, dan walikota hanya bawa secarik kertas penuh ketikan, Ko Ketu ini cuma tik tak tik tuk iPad) yang membara dan sangat rasional. Beda sama pidato perwakilan daerah yang kemudian diolok2 terus karena terlalu panjang, bertele-tele dan gue ampe laper setengah mati nunggu dia kelar.

Menu maksi : es buah. Enak :) Lalu sambung bagiin sertifikat ke para pemenang. Sayangnya sertifikatnya keliru tanggal jadi ini jelas akan jadi pr gue di kantor nanti, print ulang. Hmmm... habis itu kita cuma buang2 waktu ampe waktu makan malam, ke President Lesehan. Menu gue cah kangkung dan sambel terong. Enak!

Di meja makan, banyak candaan yang ujung2nya menjadi amat serius, jadi rapat dadakan. Dan gue bener2 bagai kambing congek. Politiknya terlalu tinggi dari wilayah kecil sekecil Blitar sampe ke nasional dan internasional. Gue : tidur.

Habis itu kembali ke hotel dan tidur nyenyak untuk besok siap2 ke Malang.


11 Juli 2011

Pagi2 gue bangun untuk beresin koper dan sudah rampung jem 8. Jem 9an baru jalan gara2 nungguin Ko Ketu bangun.. Gue udah lapernya stgh mampus. Akhirnya, lgsg jalan ke Malang. di tengah jalan, makan dulu baru sambung lagi. Menu gue nasi pake rebung (sial! gue kira labu, taunya tumbuhan bau pesing itu..) daun singkong dan telor dadar. Sampe Malang, ketemuan sama 2 orang lg dan mereka santap rawon sedangkan gue udah kekenyangan bleneg2 gara2 rebung.

Check di bandara Abdurachman Saleh, kongkow bentar dan fly to Jakarta. Oh, bahagianya aku pulang ke rumah..




Itu ceritanya.. Sekarang keluhannya..

Menu gue terbaca vegetarian, tapi di setiap menunya adaaaa aja bahan2 terlarangnya. Untungnya gue ga ikrar jadi it's not a big deal. Tempe penyet, ternyata tempe dipenyetin di atas TERASI. Gado-gado versi Es Mini ternyata ada OTAK-OTAK. Nasgor hotel pake UDANG dan AYAM. Luar biasa seminggu ini gue pelanggaran terbesar sepanjang sejarah gue belajar jaga makan.

Hotel : gembel. Gue ga usah sebut namanya, tapi ini hotel baru buka. Mungkin belum siap buka tapi dipaksain buka, ampe gantungan baju ga ada, kunci kamar mandi ga ada, apa-apa ga ada dah. Pintu suka ga kebuka, dan kecilll sempittt..

Gue ga bisa boker 3 hari pertama. Astaga! Mana tiap hr makan nasi, full bgt nih perut. Akhirnya, gue kabur beli yakult, dan minta pisang.. Paginya, gue kumandangkan lagu kebangsaan gue, Bogoshipda, dan akhirnya.. Legaaaa (najis bgt yaa curhat gue hahaha)

Sayangnya gue ga berani took picture, soalnya banyak tetua, malu kalau foto2 mulu :( Foto2 di sini merupakan foto2 Ko Ketu..

Friday, June 24, 2011

Ikhlaskanlah

Hari ini ada 2 pengalaman unik yg gue alami, dan punya satu benang merah. Yaitu ketulusan keikhlasan dalam membantu orang. Dan ini sangat sulit untuk dilakukan, bahwa perasaan senang setelah membantu orang itu memang ada dan sangat kuat. Namun gue menjadi rancu, apakah ini dinamakan ikhlas, sementara gue terus2an mengingat jasa gue ke orang lain. Jelas ini kesalahan besar.

Sutra lah, gue sedang membuat dosa baru. Hanya saja gue mau tulis pelajaran yg gue dapat hr ini :

1. orang menipu kita, biarkan. Asal kita ada niat membantu. Urusan dia menipu akan diselesaikan oleh Tuhan dan karma.
2. kita membantu orang, bukan berarti kelak kita mempunyai hak minta bantuan kepada orang tersebut dan dia wajib untuk melaksanakannya.
3. kita ga bs mengandalkan orang lain sebaik kita mengandalkan diri kita sendiri.

Semoga gue dicerahkan jalan pikirannya dan dibuang pikiran2 negatifnya.


Thursday, June 23, 2011

Gembel Sehari

Maksudnya bukalah gw menjadi gembel khusus di hari ini, tapi menjadi gembel untuk bbrp hari ke depan, hanya karen hari ini.

Gue lalu inget pesan2 dari orang bijak,orang tua gue dan guru :

Dekati hal2 positif karena akan bikin kita jd positif. Hal2 yg membawa dampak negatif, jauhi saja.

Gue merasa ini hanya berlaku untuk hal2 pergaulan, misalnya bagaimana kita memilih teman dan gue bersyukur teman2 gue adalah tipe yg bisa diajak seneng n susah. bareng2.

Lalu gue merasa akhir2 ini, bahwa teori orang bijak tadi harusnya bs diaplikasikan ke yg namanya TUGAS AKHIR.

Mari saya jabarkan hal-hal positif dari sebuah proses Tugas Akhir (dalam hal ini adalah khusus jurusan DKV)

Hal positif :
1. Dapat gelar S.Sn
2. ..........*kontemplasi*

oke, udah lewat setengah jam dan gue a bs menyebutkan hal positif lainnya. Sekarang mari kita beralih ke hal negatifnya.

Hal negatif :
1. Banyak kerjaan - repot - begadang - mata berkantong - penyakitan - encok - pegel linu - pola makan ga normal.
2. Banyak pikiran - stress - pengen hiburan tapi ga brani
3. Banyak tugas - ngendep di rumah - pergaulan berkurang - jadi manusia ga up to date
4. Banyak pengeluaran - kantong bolong - tabungan terkuras - jadi gembel sebulan

Bahkan setiap point kejelekannya bercabang terus menerus. Dan semua itu gue tulis kurang dr 5 menit. Jelas kan? Kita seharusnya menjauhi yg namanya TA.

Btw, hari ini gue encok stgh mampus habis ngerjain sterofoam bakal buat display sidang nanti.. Sungguh pekerjaan yang makan waktu dan tenaga. Belom lagi gue gotong2 thu kertas stiker sama kaki x-banner segede gaban seberat gajah ke kampus. Tulang punggung gue riskan banget sama kerjaan berat begini mengingat skoliosis gue yg sepertinya makin hari makin akut. Hmmm..



Wasalam. gue mesti kerjain 8 tunggakan artikel atau gue akan dihantui perasaan bersalah pas ditodong si bos.

Tuesday, June 21, 2011

Salahkan Pepatah

Malu bertanya sesat di jalan..

Kebanyakan tanya -----> bikin susah orang..

Peduli amat sama aturan template mesti ada benang merah lha apa lha. Desain, punya gue. Panel punya gue, print pake duit gue, knp situ yg ngatur2?? 240rb, makan thu panel..

Kita ini kan rakyat merdeka.